Upacara HUT ke-60 Pabrik Gresik: Perkuat Sinergi Militan dan Integritas

Pabrik Gresik menjadi tonggak sejarah berdirinya PT Semen Gresik (Persero) Tbk, (kini PT Semen Indonesia (Persero)Tbk,) yang didirikan pada tahun 1957 dengan kapasitas produksi 250 ribu ton per tahun. Setelah diresmikan oleh Presiden Soekarno 60 tahun lalu, kini kapasitas produksi Semen Indonesia telah meningkat hingga 14.200 persen menjadi 32 juta ton per tahun. Kapasitas produksi ini akan kembali bertambah menjadi 37 juta ton per tahun dengan beroperasinya pabrik Indarung VI dan Rembang. Hal ini menjadi lompatan luar biasa dan menempatkan Semen Indonesia sebagai perusahaan persemenan terbesar di Asia Tenggara.

Dalam usia 60 tahun dengan lompatan kapasitas produksi tersebut, Semen Indonesia dibayang-bayangi dengan masuknya sejumlah pemain besar dunia ke Indonesia. Diantaranya adalah Anhui Conch, China National Building Material yang telah memiliki ijin lokasi pembangunan pabrik di Grobogan dan Wonogiri Jawa Tengah. Selain itu, Siam Cement Group juga telah berdiri di Sukabumi dan akan segera menyusul Siam City Cement Company.

Hal tersebut disampaikan Direktur Produksi dan Strategi Bisnis Semen Indonesia, Johan Samudra saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT Pabrik Gresik ke 60 di halaman parkir Kantor Pusat Semen Gresik, Senin (7/8). Dalam kesempatan tersebut, dihadapan jajaran direksi Semen Gresik dan ratusan karyawan Johan yang membacakan sambutan Plt Dirut SMI Darmawan Junaidi meminta semua lini dalam SMI Grup untuk memperkuat konsolidasi internal.

“Konsolidasi internal harus kita perkuat karena pesaing kita bukanlah dari internal grup melainkan kompetitor dari luar yang kian agresif,” pesannya.

Kehadiran pemain baru tersebut membuat peta konsumsi dan persaingan industri semen nasional mengalami banyak perubahan. Kapasitas produksi nasional saat ini telah mencapai 106 juta ton sementara kebutuhan semen hanya dikisaran 69 juta ton yang berakibat terjadinya over supply hingga 37 juta ton. Kondisi tersebut menurutnya berimbas pada kinerja perusahaan.

Pada semester 1 tahun ini, perseroan disebutnya mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,092 triliun. Jumlah ini merosot 44,39 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,964 triliun. Sedangkan pendapatan perseroan selama semester 1 tercatat sebesar Rp 12,714 triliun, naik 1,96 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 12,470 triliun. Sementara beban pokok pendapatan selama semester 1 tahun ini tercatat sebesar Rp 8,85 triliun, lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya sebesar Rp 7,482 triliun. Hal ini membuat laba bruto perusahaan tergerus menjadi Rp 3,8 triliun dari sebelumnya pada periode yang sama sebesar Rp 4,987 trilun.

“Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 1,068 triliun dibanding tahun lalu Rp 1,012 triliun. Beban keuangan juga meningkat dari Rp 166 miliar menjadi Rp 261 miliar. Sementara penghasilan keuangan turun menjadi Rp 66,49 miliar dibanding tahun lalu Rp 109,288 miliar,” ungkapnya.

Ditengah persaingan yang semakin ketat tersebut, Semen Indonesia harus dapat bertahan dengan strategi jangka panjang yang berkelanjutan. Perseroan dikatakannya harus bertransformasi dari hanya produsen semen menjadi perusahaan building material yang terpadu dengan strategi 3+1 yaitu memperkuat core bisnis semen, hilirisasi produk, pengembangan pasar regional dan cost transformasi. Kejelian membaca situasi industri harus terus dilakukan untuk melahirkan inovasi produk dan layanan yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

“Semua dituntut serba praktis dan mudah dalam aplikasinya sehingga perusahaan harus siap. Untuk beradaptasi dengan perubahan ini perusahaan berencana merubah visi untuk memrepresentasikan perusahaan sebagai industri semen dengan bisnis yang mencakup bidang persemenan dan lingkupnya,” bebernya.

Sementara kehadiran pabrik Rembang dengan kapasitas 3 juta ton ditargetkan dapat mendongkrak pangsa pasar perseroan di Jawa Barat menjadi 30 persen. Dengan mensupply pasar Jawa Barat sebesar 800 ribu ton. Dengan penetrasi ini brand image produk Semen Gresik diharapkan dapat semakin kuat di wilayah jawa bagian barat.

Mengakhiri sambutannya, mantan Direktur Pengembangan Usaha dan Strategi Bisnis ini meminta semua karyawan untuk merapatkan barisan dan mengimplementasikan nilai-nilai sinergi, militan dan integritas agar dapat menghasilkan kinerja yang semakin baik.

“Terimakasih atas dedikasi dan perjuangan yang luar biasa dari seluruh karyawan Semen Indonesia Grup sehingga perusahaan dapat bersaing secara produktif hingga saat ini. Mari kita rapatkan barisan dan implementasikan nilai sinergi, militant dan integritas,” ajaknya. (bwo/iv)