Semen Indonesia belum Lakukan Penambangan

Semen Indonesia belum Lakukan Penambangan

Kamis, 23 March 2017 10:47 WIB

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) memastikan belum ada kegiatan penambangan di Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Direktur Utama Semen Indonesia Rizkan Chandra menegaskan pihaknya masih menunggu hasil kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) meski perusahaan telah mendapat izin operasional dan secara resmi sudah dapat melakukan aktivitas di pabrik semen Rembang.

“Sebagai BUMN kami tentu mematuhi aturan pemerintah. Kami menunggu KLHS selesai dan yang pasti kami tegaskan, kami belum lakukan penambangan,” ujar Rizkan kepada media saat melakukan konferensi pers di Jakarta, kemarin (Rabu, 22/3).

Lebih lanjut, Rizkan menjelaskan pabrik pun sedang dalam masa uji coba. Meski begitu, tentunya pabrik tetap memerlukan bahan-bahan seperti batu kapur. Namun, bahan itu tidak didatangkan dari Rembang, tetapi pabrik perusahaan yang ada di Tuban.

Selain itu, ia mengakui saat ini produksi semen pun memang <>oversupply. Hal itu disebabkan permintaan stagnan, tapi produksi tetap berjalan.

Meski begitu, pembangunan pabrik di Rembang dilakukan ketika produksi semen PT Semen Indonesia sedang kurang dari kapasitas. “Jadi, pabrik di Rembang memang strategis, bukan hanya bagi kami, melainkan juga untuk mempertahankan keberlangsungan industri dan perekonomian Indonesia,” tandasnya.

Keberadaan pabrik semen di Rembang sebenarnya memiliki dampak positif bagi daerah. Pakar ekonomi Universitas Negeri Semarang Muhammad Feriady mengatakan keberadaan pabrik semen Rembang dinilai akan berdampak positif pada sektor ekonomi mikro di daerah sekitarnya.

Nilai investasi pabrik semen Rembang mencapai Rp4,9 triliun dengan jumlah serapan tenaga kerja mencapai sekitar 261 orang. Jumlah itu akan bertambah bila unit pendukung lainnya yang mencapai 1.600 orang diperhitungkan.

Kemenperin mencatat jumlah investasi industri semen secara nasional mencapai Rp15 triliun sepanjang 2016.

Belasungkawa
Rizkan pun turut menyampaikan belasungkawa terhadap Ibu Patmi, petani asal Kendeng yang meninggal ketika melakukan aksi mengecor kaki di depan Istana Negara sebagai bentuk protes berdirinya pabrik semen di Rembang.

“Tentunya kami menyampaikan belasungkawa sedalam mungkin. Kami berharap tidak terulang dan tentu kami punya kepedulian,” tandas Rizkan.(Arv/E-1)