"Menjadi kebanggaan bermakna semakin besar tanggung jawab yang harus kita jalankan. Setelah menjadi Semen Indonesia, terbesar se Asia Tenggara dan menjadi BUMN pertama yang berstatus multinational company, selanjutnya prestasi apa yang akan kita torehkan?". Kalimat tersebut adalah kutipan sambutan Direktur Utama PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk pada upacara peringatan HUT Pabrik Semen Indonesia ke 56 dan HUT Kemerdekaan RI ke 68, tanggal 17 Agustus 2013 di Gresik.readmore...

PT Semen Indonesia yang sebelumnya adalah PT Semen Gresik telah berusia 56 tahun semenjak didirikan tahun 1957 dengan kapasitas 250.000 ton/tahun dengan salah satu tugas utama adalah menyediakan kebutuhan semen untuk menopang pembangunan  dimasa itu. Selama kurun perjalanan tersebut perusahaan berkembang dengan pesat dan saat ini memiliki kapasitas 30 juta ton/tahun atau meningkat 11.900 persen dari kapasitas awal. Perusahaan saat ini memiliki 4 pabrik semen yang menyebar pada berbagai lokasi strategis yaitu di pulau Jawa, pulau Sumatera, pulau Sulawesi dan Vietnam. Sekarang Semen Indonesia telah menjadi perusahaan terbesar di Asia Tenggara dari sisi kapasitas dengan mengalahkan Siam Cement. Melihat strategi pengembangan Semen Indonesia untuk senantiasa meningkatkan kapasitas melalui pertumbuhan organik dengan perluasan pabrik dan pertumbuhan anorganik dengan akuisisi perusahaan semen, serta telah dimulainya proses pembangunan pabrik di Rembang dan Padang, maka peringkat sebagai perusahaan terbesar di Asia Tenggara akan tetap ada di genggaman PT Semen Indonesia dalam beberapa tahun kedepan.

Dari sisi kinerja di pasar domestik pertumbuhan penjualan Semen Indonesia diatas rata-rata nasional. Sesuai dengan data penjualan dari Asosiasi Semen Indoensia sampai bulan Juli 2013, penjualan Semen Indonesia Group untuk domestik tumbuh 17 persen mencapai sekitar 14,37 juta ton dibandingkan sebelumnya sekitar 12,28 juta ton. Pertumbuhan pasar domestik Semen Indonesia jauh diatas rata-rata nasional yang sebesar 7 persen.

Kinerja perusahaan sejak dilakukan sinergi dan konsolidasi tahun 2005 meningkat pesat, tercermin dari :

  • Revenue meningkat 214 persen dari Rp6,07 triliun pada tahun 2004 menjadi Rp19,64  triliun pada tahun 2012.
  • EBITDA meningkat 612 persen dari Rp 965 milyar pada tahun 2004 menjadi Rp 6,87 triliun pada tahun 2012.
  • Net Profit meningkat 853 persen dari Rp 509 milyar pada tahun 2004 menjadi Rp 4,85 triliun pada tahun 2012.

Tahun 2013 menjadi tahun penuh tantangan, antara lain menurunnya kinerja ekonomi Indonesia yang awalnya pertumbuhan diprediksi pada kisaran 6,5 persen sd 6,8 persen. Namun dengan realitas yang ada serta semakin melebarnya defisit neraca perdagangan maka tahun 2013 untuk pertama kalinya diprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah 6 persen. Selain itu kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan SBI menjadi 6,5 persen akan turut menaikkan suku bunga kredit perbankan. Selain itu kenaikan harga BBM pada bulan Juni 2013 telah menjadi beban masyarakat, sehingga dampaknya akan menurunkan daya beli masyarakat Indonesia. Salah satu sektor yang terkena dampaknya adalah industri semen. Pada bulan Juli ini pertumbuhan rata-rata semen nasional adalah paling rendah dalam 7 bulan terakhir. Tantangan lain adalah munculnya pesaing baru dari dalam negeri dan asing, antara lain Wilmar dengan merk semen merah putih,  Siam Cement Thailang yang sedang membangun pabrik di Jawa Barat, Anhui dari China dan lainnya. Penurunan kinerja ekonomi tahun 2013 tidak menyurutkan pemain semen asing untuk berinvestasi di Indonesia karena ruang pertumbuhan semen di Indonesia masih terbuka lebar. Saat ini konsumsi rata-rata semen per kapita di Indonesia yang berkisar 225 kg/kapita/th masih jauh dibawah konsumsi di Vietnam, Malaysia ataupun Thalinad yang berada pada kisaran 400-600 kg/kapita/th. Terlebih adanya program Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) akan mengakselerasi kebutuhan semen di Indonesia. Jika pembangunan jembatan selat sunda dan kawasan pendukungnya direalisasikan, maka menambah konsumsi semen domestik sekitar 3 juta ton/th.

Berbagai keunggulan komparatif yang Semen Indonesia miliki tidak akan berarti jika tidak memiliki sumber daya manusia yang memadai, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Ekspansi perseroan ke Myanmar dan Bangladesh tentu juga membutuhkan SDM yang berkualitas. Kemampuan SDM perusahaan yang luar biasa dengan kemampuannya membangun pabrik Semen Tuban IV dan Semen Tonasa V secara swakelola menunjukkan SDM yang mumpuni, dan akan menjadi salah satu faktor bagi perseroan untuk memenangkan persaingan. Oleh karena itu Semen Indonesia Center of The CHAMPS yang telah dilaunching pada acara Semen Indonesia Award on Innovation 2012 tanggal 7 Maret 2013 akan menjadi salah satu program utama perseroan yang memproses segala keunggulan yang dimiliki perseroan yang pada akhirnya mampu meningkatkan kinerja perusahaan dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Daya saing Semen Indonesia dimasa mendatang akan ditentukan oleh 3 hal yaitu : SDM, SDM dan SDM.

Keunggulan lain yang dimiliki Semen Indonesia adalah budaya inovasi yang sudah berakar dan menjadi DNA setiap karyawannya. Semakin besarnya jumlah inovasi dan penghematan inovasi yang dihasilkan setiap tahun tentu membuka mata kita bahwa masih ada ruang yang dapat dilakukan melalui inovasi untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Secara kumulatif selama 4 tahun mulai 2009 sampai 2012 potensi penerapan inovasi akan mampu memberikan penghematan biaya operasional mencapai sekitar Rp 1,884 triliun. Atas keunggulan inovasi yang dimiliki perusahaan, maka pada ajang BUMN Innovation Award 2013 PT Semen Indonesia memperoleh 4 penghargaan yaitu : kategori The Best Corporate Innovative Culture & Management, The Best Innovative of Green Product, The Best Product Innovation Of Energy & Mining Sector, The Best Technology Innovative Energy & Minning Sectorterbanyak diantara BUMN yang lain.

Ditengah penurunan konsumsi semen di dalam negeri, Semen Indonesia bertekad “Semua industri semen boleh turun tetapi Semen Indonesia harus naik”. Tekad yang merupakan perwujudan dari semangat mengisi kemerdekaan RI sebagai manifestasi cita-cita pendirian Semen Gresik waktu itu sebagai pendukung pembangunan yang sedang dilaksanakan setelah kemerdekaan RI.

Pada acara ini, ditandatangani pula prasasti pelaksanaan beberapa aplikasi software untuk menunjang operasi perusahaan, seperti software pengujian lab secara online yang akan mempercepat hasil dan distribusinya serta lainnya.