2015, PRODUKSI SEMEN MENCAPAI 78 JUTA TON

Konsumsi semen nasional sepanjang Januari-Februari 2013 sudah mencapai 9,04 juta ton. Angka itu tumbuh 11,3% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 8,12 juta ton.

Total penjualan produsen semen di dalam negeri mencapai 9,06 juta ton, atau tumbuh 10% selama Januari-Februari 2013 dibandingkan periode sama tahun lalu 8,24 juta ton. Dari angka itu, ekspor semen sebanyak 23.337 ton, naik 14,6% dari periode sama 2012 sebanyak 20.371 ton dan tidak ada ekspor semen setengah jadi (clinker).

“Dengan asumsi itu, untuk kuartal I-2013, kira-kira konsumsi mencapai 20% dari total setahun. Tahun ini, konsumsi diprediksi mencapai 60,5-61 juta ton, tumbuh 10% dari 55 juta ton tahun 2012,” ujar Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo, usai acara sharing session tentang ”Peran Industri Semen Indonesia dalam Pembangunan Ekonomi di Indonesia dan Asia” di Jakarta, Senin (25/3).

Dari total konsumsi nasional, lanjut dia, sekitar 25-30% diserap oleh sektor infrastruktur serta properti perkantoran dan mal. Sedangkan 65-70% lainnya diserap untuk sektor perumahan.

Sementara itu, data ASI menyebutkan, konsumsi semen tertinggi masih diserap oleh pulau Jawa, yakni 4,97 juta tom sepanjang Januari-Februari 2013. Angka itu melonjak 15,4% dibandingkan periode sama 2012 sebesar 4,30 juta ton. Selanjutnya, monsumsi di Sumatera mencapai 1,93 juta ton, naik 1,2% dibandingkan periode sama tahun 2012.

Meski dengan porsi pasar terendah, pertumbuhan konsumsi semen tertinggi justru terjadi di Maluku dan Papua. Konsumsinya melonjak 36,1% menjadi 240.581 ton selama Januari-Februari 2013 dibandingkan periode sama tahun lalu 176.737 ton. Sedangkan konsumsi di Sulawesi turun 1,2% dibandingkan periode sama tahun 2012 menjadi 612.192 ton.

Produksi 2015
Dia memproyeksikan, tahun 2015, kapasitas produksi semen nasional mendapatkan tambahan 15 juta ton menjadi 83,2 juta ton. Selain itu, Semen Bosowa, Semen Tiga Roda, dan Semen Indonesia akan membangun penggilingan semen (grinding plant) berkapasitas masing-masing 1,7 juta ton.

“Investasi setiap pabrik sekitar US$ 150 per ton termasuk infrastruktur. Tapi, kalau sudah ada pabrik sebelumnya, bisa sekitar US$ 125 per ton,” ujar Widodo. Sementara itu, CEO PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Dwi Soetjipto mengatakan, tahun 2013, kapasitas terpasang semen nasional diproyesikan mencapai 70,8 juta ton. Dengan pertumbuhan konsumsi sekitar 10%, produksi nasional diprediksi bisa sebesar 63,72 juta ton.

 

 

Penjualan Produsen Semen di Indonesia

No

Wilayah

Jan-Feb 2013

Jan-Feb 2012

Tumbuh (%)

1

Jawa

4.972.183

4.308.483

15,4

2

Sumatera

1.937.401

1.914.070

1,2

3

Kalimantan

693.319

642.316

7,9

4

Sulawesi

612.192

619.862

(-1,2)

5

Nusa Tenggara

587.734

460.757

27,6

6

Maluku dan Papua

240.581

176.737

36,1

 

Konsumsi Domestik

9.043.410

8.122.225

12,3

 

Ekspor

23.337

120.787

-80,7

 

Total Penjualan

9.066.747

8.243.012

10

 

 

Hingga tahun 2015, dengan prediksi konsumsi sekitar 9% per tahun, produksi semen nasional 74,88 juta ton. Pada saat itu, kapasitas terpasang nasional  bisa mencapai 83,2 juta ton dan konsumsi diperkirakan mencapai 72,47 juta ton.

“Jadi, jangan khawatir, pasokan aman hingga tahun 2015. Bahkan, dengan sejumlah investasi yang sedang dalam proses kita akan lebih aman lagi. Dalam hal ini, kami juga fokus ekspansi kapasitas,” tutur Dwi. Dia menuturkan, pada 2015, produksi nasional Semen Indonesia akan mencapai 31 juta ton. Setelah tahun 2016, kapasitas nasional perseroan akan bertambah 3 juta ton lagi.

Dalam empat tahun ke depan, Semen Indonesia menjadwalkan pembangunan tujuh pabrik pengemasan (packing plant) baru. Saat ini, perseroan sudah membangun lima unit dan tinggal ditambah dua lagi. “Investasi per fasilitas sekitar Rp 250 miliar. Kapasitasnya menyesuaikan kemampuan daya serap pasar, berkisar 300-600 ribu ton per tahun,” kata Dwi.

Tahun 2013, lanjut dia, Semen Indonesia memproyeksikan bisa menikmati porsi pasar semen nasional hingga 27-28 juta ton. Angka tersebut naik dibandingkan tahun 2012 karena perseroan mampu memasok 22,6 juta ton.

Proyek Infrastruktur
Sekertaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto menambahkan, pembangunan infrastruktur berperan penting memacu pertumbuhan sektor semen di dalam negeri. Sebelumnya, pertumbuhan pasar semen berkisar 5-6% per tahun. Namun, setelah ada pembangunan infrastruktur, pertumbuhan pasar mencapai 9% per tahun. “Jadi, meski porsi konsumsi di infrastruktur itu kecil, tapi berperan untuk mendorong pertumbuhan. Belum lagi, multiplier effect dengan adanya pembangunan infrastruktur,” ujar Agung.

Dwi mengatakan, program MP3EI yang dirilis pemerintah mendorong aktivitas proyek yang cukup besar. Meskipun dia juga mengakui, proyek-proyek infrastruktur masih terkendala beberapa persoalan, termasuk masalah pembebasan lahan.

Dalam jangka panjang, adanya pengelompokan koridor pengembangan MP3EI akan lebih efisien. Pengelompokan proyek akan mempercepat investasi karena kebijakan pemerintah dibuat matang untuk menompang pertumbuhan ke depan. “Meski pertumbuhan akan naik dan turun, dalam jangka panjang, proyeksi pertumbuhan konsumsi semen untuk lima tahun ke depan bisa sekitar 10% per tahun,” kata Dwi.