Perseroan bergerak cepat untuk mengatasi beberapa persoalan mendasar, meningkatkan konsolidasi internal dan sinergi serta mengoptimalkan keunggulan strategis yang dimiliki untuk mengatasi kondisi usaha tahun 2015 yang berkembang semakin dinamis dan penuh tantangan, sehingga mencatatkan kinerja yang dapat memperkuat landasan pertumbuhan Perseroan di masa mendatang. Oleh karenanya kami optimis bahwa berbagai upaya yang telah dijalankan tersebut akan meningkatkan kemampuan Perseroan dalam menyambut peluang pertumbuhan yang menjanjikan serta memberikan kinerja terbaik yang berkesinambungan di masa yang akan datang “

Pada tahun 2015 seluruh pelaku industri semen memasuki era persaingan yang semakin ketat dengan ditandai telah beroperasinya fasilitas produksi para pemain baru yang menyebabkan meningkatnya kapasitas terpasang nasional. Perseroan juga mengamati adanya pergeseran pola konsumsi seiring dengan peningkatan pengembangan infrastruktur nasional. Pertumbuhan penjualan semen curah meningkat 9% dari tahun lalu, sementara penjualan semen kemasan turun 1%. Saat ini komposisi konsumsi semen curah terhadap total konsumsi semen menjadi 24% atau naik 2% dibanding tahun lalu. Peningkatan konsumsi semen curah ini telah diantisipasi oleh Perseroan melalui inisiatif strategis dengan membangun fasilitas distribusi yang tersebar dititik-titik pengembangan infrastruktur nasional. Saat ini perseroan telah memiliki fasilitas distribusi yang berupa packing plant dan pelabuhan tersebar di 26 lokasi mulai Lhokseumawe sampai Sorong. Walaupun terjadi perlambatan laju konsumsi semen domestik di tengah intensitas persaingan yang semakin meningkat, Perseroan mampu mencatatkan penjualan di pasar domestik tahun 2015 sebesar 26,0 juta ton. Dengan demikian, Perseroan mampu bertahan sebagai market leader dengan pangsa pasar sebesar 43% di pasar domestik, dengan  total pendapatan Perseroan di tahun 2015 adalah sebesar Rp26.948 miliar.

Beragam upaya dalam rangka penerapan inisiatif cost management berhasil mengendalikan kenaikan biaya produksi per ton, sehingga walaupun terjadi kenaikan tarif listrik rata-rata sebesar 15%, beban pokok pendapatan pada tahun 2015 hanya meningkat sebesar 5,8%.

Tabel 1 : Kinerja perusahaan

Mengoptimalkan Keunggulan, Mempertahankan Kinerja

Kondisi makro dan situasi persaingan yang meningkat tersebut membuat Perseroan bergerak cepat, dengan berupaya mengatasi beberapa persoalan mendasar, meningkatkan konsolidasi internal dan sinergi serta mengoptimalkan keunggulan strategis yang dimiliki Perseroan. Perseroan mengedepankan strategi cost leadership dengan mengedepankan fokus cost management melalui upaya-upaya pengendalian biaya produksi maupun distribusi yang cenderung meningkat melalui penerapan beragam hasil pengembangan inovasi. Salah satu inisitaif strategis Perseroan, Move Closer to Customer yaitu lebih dekat dengan pelanggan adalah penerapan Supply Chain Management (SCM).

Dalam menerapkan SCM, Perseroan mengintegrasikan serangkaian aktivitas bisnis di sepanjang rantai pasok untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan baik berupa produk maupun layanan dengan menggunakan sumber daya yang ada dalam rantai pasok tersebut. Implementasi SCM dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan dan atau menurunkan biaya operasional guna meningkatkan daya saing Perseroan. Perseroan berupaya meningkatkan efisiensi operasional dengan menurunkan intensitas pemakaian energi, menurunkan biaya energi, menekan biaya pemeliharaan, optimalisasi pemakaian kemasan serta meningkatkan efisiensi biaya distribusi untuk menekan beban operasional per ton untuk mengatasi penurunan permintaan dan meningkatkan daya saing. Perseroan juga menerapkan program konservasi energi untuk lebih mengendalikan biaya energi, yang merupakan komponen utama dalam proses produksi semen. Penurunan biaya energi dilakukan dengan memaksimalkan unjuk kerja unit Waste Heat Recovery Power Generator (WHRPG) di Padang, memaksimalkan operasional power plant di Tonasa dan mengintensifkan penggunaan sumber energi biomassa serta batubara kalori lebih rendah dalam memproduksi terak. Perseroan menerapkan strategi Improving Competitive Advantage untuk meningkatkan loyalitas pelanggan dalam rangka memitigasi persaingan industri semen yang meningkat. Sasarannya adalah mempertahankan dominasi pasar untuk menjamin pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang. Sebagai bagian dari penerapan strategi ini, Perseroan berupaya memaksimalkan keunggulan dari lokasi unit yang tersebar di tiga wilayah strategis Indonesia dan kepemilikan tiga brand produk yang telah mengakar di pasar. Keunggulan di pasar tersebut juga didukung dengan penambahan fasilitas berupa Grinding Plant dan Packing Plant di tahun 2015 meliputi Dumai, Lampung, Balikpapan, dan Pontianak untuk memenuhi kebutuhan dari proyek-proyek infrastruktur. Pangsa pasar tersebut masih jauh diatas capacity share Perseroan di tahun 2015 sebesar 38% dari total kapasitas nasional. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan mampu mempertahankan daya saing di pasar domestik.

Selanjutnya, konsistensi penerapan fokus strategi Revenue Management dengan upaya mendapatkan optimize revenue dilakukan dengan memusatkan penjualan pada daerah-daerah pasar utama, pengembangan pasar potensial serta sinergi group. Namun demikian, Perseroan tetap memperhatikan potensi pasar dan mengisi pasar di daerah-daerah lain untuk mempertahankan kehadiran brand Perseroan. Perseroan juga berupaya mengoptimalkan pendapatan dari pengelolaan lahan-lahan bekas penambangan bahan baku semen yang telah dikembangkan menjadi kawasan industri, selain mengoptimalkan kompetensinya dalam memproduksi kantong semen. Optimalisiasi keunggulan lain di bidang non-semen tersebut memberi kontribusi pendapatan yang meningkat, dari sebesar Rp651,7 miliar di tahun 2014 menjadi sebesar Rp793,0 miliar ditahun 2015, tumbuh 21,7%.

Pengembangan Bisnis Untuk Memperkuat Kinerja Yang Berkelanjutan

Mempertimbangkan berbagai kompetensi yang telah dimiliki selama ini dan tumbuhnya kesempatan, Perseroan semakin mengintensifkan upaya memanfaatkan kompetensi tersebut dengan merealisasikan pengembangan lini usaha non-semen. Perseroan berupaya mengembangkan beberapa lini usaha non-semen yang masih memiliki keterkaitan dengan industri persemenan, untuk menjamin pasar produk Perseroan di masa mendatang. Sebagai bagian dari upaya pengembangan usaha ini, pada tahun 2015 Perseroan mengakuisisi 36,67% saham PT Varia Usaha Beton (“VUB”) melalui anak usaha PT SGG Prima Beton (“SGG PB”). SGG PB merupakan perusahaan yang dikendalikan secara langsung oleh Perseroan. Perseroan menargetkan SGG PB dapat terus berkembang menjadi perusahaan Beton terkemuka di Indonesia, baik untuk produk readymix maupun Beton Pracetak (precast). Aksi Perseroan ini bertujuan untuk mengantisipasi pergeseran perilaku konsumsi semen di masa mendatang. Perseroan menargetkan peningkatan kontribusi nonsemen di tahun-tahun mendatang seiring dengan realisasi berbagai rencana pengembangan usaha.

Penguatan Landasan Pertumbuhan Berkelanjutan

Perseroan terus melanjutkan berbagai inisiatif strategis untuk memperkuat landasan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Berbagai langkah strategis yang tengah dilaksanakan dan disiapkan meliputi:

  • Peningkatan kapasitas produksi: pembangunan unit pabrik baru di Rembang -Jawa Tengah dan Padang Sumatera Barat yang saat ini progress pembangunan fisiknya per Maret 2016 masingmasing telah mencapai 88,34% dan 86,49%.
  • Penguatan Faktor Penunjang: pembangunan cement mill, upgrading dan perluasan quarry.
  • Menyelesaikan pembangunan packing plant di 3 daerah pemasaran potensial
  • Melanjutkan pembangunan WHRPG di Tuban berkapasitas 30,6 MW dan meningkatkan penggunaan Alternative Fuel and Raw material (AFR).
  • Meningkatkan kompetensi SDM dan menyelesaikan penyempurnaan ICT.
  • Melanjutkan program-program pasca transformasi sebagai Strategic Holding.

Pasca Transformasi Korporasi Sebagai kelanjutan pembentukan Semen Indonesia Center of the CHAMPS (SICC) Perseroan berupaya mempertajam fungsi pilar-pilarnya, meliputi Dynamic Learning, membangun Center of Engineering, Center of Research dan selanjutnya membentuk Universitas International Semen Indonesia. Perseroan berupaya meningkatkan peran kunci SICC sebagai pusat keunggulan yaitu dengan menyiapkan SDM yang kompeten atau best people sekaligus meningkatkan kinerja unggul (excellent performance) dan penguatan struktur industri. Untuk menyiapkan best people Perseroan membentuk wadah institusi pengembangan dalam SICC, yakni: Center of Engineering, Center of Research, Center of Dynamic Learning, dan Center of Knowledge Management. Sementara pilar SICC yang berorientasi ke luar diwujudkan melalui pelaksanaan Training and Consulting Services dan realisasi pendirian Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI).

Sementara itu, dalam rangka mempersiapkan kompetensi Human Capital agar mampu berkiprah di kancah regional maupun global, Perseroan melanjutkan upaya realisasi beragam inisiatif strategis di bidang pengelolaan SDM sesuai jenis kompetensi yang dimiliki. Perseroan mengintensifkan program Knowledge Management melalui berbagai acara knowledge sharing, lomba inovasi dan sejenisnya. Perseroan juga menginisiasi pembentukan Talent Pool dan merealisasikan program pelatihan calon eksekutif masa depan baik melalui proses pembelajaran terfokus di dalam negeri maupun pengiriman tugas belajar ke luar negeri. Selain itu, Perseroan berupaya membentuk budaya CHAMPS dengan 6 nilai wajib sebagai karakter setiap insan Semen Indonesia dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Tujuannya adalah mengkapitalisasikan seluruh kompetensi jajaran dalam rancang bangun maupun kemampuan inovatif dibidang persemenan dan kegiatan terkait lainnya sebagai keunggulan Perseroan dalam mengembangkan usaha di masa mendatang dengan mengedepankan integritas sebagai pembeda.

Budaya inovasi yang sudah menjadi bagian seluruh aktivitas karyawan Perseroan akan terus didorong agar mampu menjadi salah satu tulang punggung bagi peningkatan daya saing Perseroan. Semen Indonesia Award on Innovation yang telah berlangsung sejak tahun 2009 akan terus dikembangkan sehingga menjadi wadah yang optimal bagi para inovator Perseroan. Potensi inovasi yang mencapai ratusan milir setiap tahun akan terus didorong agar mampu diimplementasikan dengan baik sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing Perseroan.

Perseroan menunjukkan komitmen tinggi untuk meningkatkan kualitas penerapan praktik terbaik GCG dengan melengkapi seluruh softstructure maupun infrastructure bagi pelaksanaan tata kelola yang berkualitas. Perseroan juga telah menyelesaikan penyempurnaan terhadap berbagai aturan tata laksana sesuai dengan perubahan struktur korporasi yang terjadi. Beberapa program yang telah diberlakukan untuk meningkatkan kualitas penerapan GCG di tahun 2015 mencakup: • Implementasi Pedoman Sistim Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System Manual) terbaru • Implementasi Integrated Governance, Risk & Compliance (GRC Terpadu). • Penyelesaian penyusunan ulang Board Manual • Penerapan dan Sosialisasi Pedoman Etika Perusahaan terkini.

Prospek dan Strategi di Tahun 2016

Kondisi perekonomian tahun 2016 dipediksi akan lebih baik dibandingkan tahun 2015. Indikator perekonomian Indonesia yang masih tumbuh diatas rata-rata, serta inflasi yang terjaga pada tingkat yang rendah hanya 3,35% dari tahun sebelumnya 8,36%, telah mendorong Bank Indonesia di awal tahun 2016 untuk menurunkan tingkat suku bunga Bank Indonesia sebanyak tiga (3) kali yaitu bulan Januari 2016 dari 7,50% menjadi 7,25%, bulan Februari 2016 turun 0,25% menjadi 7,00% dan bulan Maret 2016 turun 0,25% menjadi 6,75%.

Untuk mendorong kinerja ekonomi yang lebih baik, Pemerintah telah mengeluarkan berbagai paket yang mencakup deregulasi dan pemotongan birokrasi, pemberian insentif pajak, pembukaan sejumlah sektor untuk investasi asing, penyederhanaan dan percepatan izin investasi, efektivitas dan efisiensi logistik, kepastian berusaha, dan pembangunan infrastruktur.

Pada tahun 2016 Pemerintah membuat arah kebijakan dalam percepatan infrastruktur yang efektif dan efisien untuk mendukung kegiatan sektor-sektor strategis ekonomi, seperti pembangunan jalan, pembangunan jalur kereta api, perbaikan irigasi, dan infrastruktur lainnya. Hal lain yang membuat optimisme semakin meningkat adalah upaya perbaikan iklim investasi yang secara konsisten dilaksanakan dan dipantau perkembanganya, dengan menggunakan acuan iklim investasi negara kawasan maupun negara maju sebagai rujukan. Proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut, sudah barang tentu memberi prospek yang lebih baik bagi industri persemenan, berupa peningkatan permintaan pasar yang diperkirakan tumbuh 5%-7%. Di tengah masih tingginya prakiraan over supply Perseroan harus tetap waspada untuk menjaga kinerjanya dalam mengelola biaya dan menjaga efisiensi operasional. Perseroan kini berada pada kondisi yang lebih siap untuk memenuhi peningkatan permintaan pasar. Selesainya program up-grading dan pengembangan infrastruktur distribusi termasuk tambahan Packing Plant diharapkan membuat daya saing Perseroan meningkat, sehingga memberikan Perseroan kesempatan untuk memenangkan persaingan dan mengisi peluang pertumbuhan.

Kinerja Perseroan akan kuat diberbagai lini dan diberbagai wilayah. Kontribusi pasar semen domestik akan mencapai 75%, sedangkan kontribusi dari diversifikasi dan hilirisasi produk akan mencapai 10% serta kontribusi pasar ekspor akan mencapai 15%. Keunggulan lokasi pabrik di Padang dan Aceh yang menjangkau pasar utama di ASEAN dan Asia Selatan, akan dimanfaatkan menjadi tulang punggung bagi pasar ekspor. Perubahan kebijakan Pemerintah Australia dimasa mendatang yang akan menutup pabrik semen di negaranya, menjadi peluang bagi Perseroan, khususnya terkait dengan rencana pendirian pabrik di NTT. Untuk memastikan keberhasilan strategi dipasar internasional, maka Perseroan sedang mempersiapkan pembentukan perusahaan trading internasional, sehingga akan menciptakan keseimbangan antara pemenuhan pasar domestik dan internasional. Strategi ini akan memungkinkan Perseroan melakukan empat (4) strategi pasar : 1. Pasar domestik pada saat demand di dalam negeri sangat besar dan kapasitas yang ada seluruhnya terserap di pasar domestik, 2. Domestik ke internasional pada saat situasi pasar dalam negeri sedang turun dan ada peluang di pasar internasional sedangkan kapasitas produksi di dalam negeri berlebih, 3. Internasional ke domestik jika kapasitas terpasang industri semen domestik tidak mampu memenuhi permintaan pasar dalam negeri, 4. Internasional ke internasional jika situasi pasar internasional menguntungkan dan pasar dalam negeri juga menguntungkan, sehingga Perseroan mengambil sumber trading semen dari sumber di luar negeri untuk di jual ke pasar internasional.

Berbagai strategi dan pengembangan Perseroan diatas, maka PT Semen Indonesia (Persero) Tbk akan terus tumbuh berkembang berkelanjutan tidak hanya dominan di pasar domestik, tetapi juga di pasar regional.

Direktur Utama

RIZKAN CHANDRA, Ir., MSc.