Pabrik Semen Rembang jaga lingkungan dengan tanam penghijauan.

HUJAN gerimis yang mengguyur siang itu di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah terasa menjadi berkah karena sudah beberapa pekan ini hujan yang diharapkan tidak kunjung datang.

Meskipun hanya gerimis namun cukup menyejukan daerah di pantai utara (pantura) ini. Debu yang beterbangan akibat lindasaan roda kendaraan juga menghilang dari pandangan mata.

Di tengah gerimis, Sunardi, 50, warga Desa Kajar, Kecamatan Gunem, Rembang tetap bersemangat mencabuti rumput liar yang berada di sekitar tanaman buah miliknya setinggi 1 meter, yang baru ditanam tiga bulan lalu di lahan belakang rumah yang tidak terlalu luas.

Pemandangan serupa juga terlihat di beberapa desa lain sekitar pabrik semen Rembang seperti Tegaldowo, Pesucen, Timbrangan dan Kadiworo. Warga terlihat giat merawat berbagai tanaman buah seperti pisang, mangga, rambutan dan beberapa jenis lainnya.

“Saat ini tanaman-tanaman ini memang belum berproduksi, namun di sini jika sebelumnya tanaman sulit tumbuh, kini subur setelah banyaknya air dari embung yang dibangun oleh PT Semen Indonesia,” kata Hardjono, 37, warga Desa Tegaldowo, Rabu (17/5).

Sejauh mata memandang di lima desa di sekitar pabrik, jika sebelum berdirinya pabrik Semen Rembang terlihat gersang, terutama saat musim kemarau, kini terlihat menghijau dengan berbagai tanaman yang tumbuh.

Bahkan berbagai budidaya perkebunan hasil binaan PT Semen Indonesia seperti pepaya calina, pisang tanduk yang sebelumnya tidak dapat tumbuh, sekarang begitu subur.

Tidak hanya sekitar pabrik, jalur pantura Sarang-Rembang juga mulai terlihat hijau dengan ditanaminya ribuan pohon mahoni yang kini telah mulai meninggi. Demikian juga Pantai Banggi Rembang yang sebelumnya
terus digerogoti abrasi, sekarang lebih aman karena penanaman mangrove yang mampu membentengi pantai.

Media Indonesia