Sosialisasi Prosedur Pelayanan Kesehatan Karyawan

Bahasa Indonesia tidak ditemukan For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Jelang masuk triwulan I-2017, Semen Indonesia menyosialisasikan rencana penjaminan pelayanan kesehatan bagi karyawan dan keluarga.  Menggandeng  PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth), sosialisasi dilakukan di Gedung PPS Gresik dan Auditorium Pabrik Tuban. Sosialisasi tersebut dilakukan secara bersamaan pada Jum’at (10/3).

Nantinya, hasil sosialisasi ini akan dirangkum  untuk penyempurnaan  kerjasama (MoU) yang akan mulai diberlakukan per 1 April 2017 – 31 Maret 2018. Menurut  Kepala Biro SDM Pabrik Gresik, Riza Sugandi , penyelenggaraan sosialisasi pelayanan kesehatan karyawan semata-mata agar semua karyawan memahami terkait asuransi kesehatan beserta prosedurnya.  “Soalisasi ini juga  menyampaikan rencana kemitraan kami dengan Mandiri Inhealth, juga terdapat kerjasama dengan PT  Marsh Indonesia selaku perusahaan asuransi yang membantu urusan desain benefit antara Semen Indonesia dan Mandiri Inhealth,” ujarnya.  “Jadi bila tidak ada halangan,  per 1 April 2017 kita sudah memulai kesepakatan,” tambahnya.

Kepala Kantor Operasional Mandiri Inhealth Wilayah Jawa Timur, Tunggul Yogi Hernowo, saat sosialisasi di pabrik Tuban mengatakan bahwa tahun 2008 Mandiri Inhealthmasih manjadi satu wadah dengan PT Asuransi Kesehatan (ASKES) selaku pemilik saham 99 persen. Dan, pada tahun 2014 PT  ASKES sudah harus menjadi BPJS Kesehatan sehingga tidak boleh lagi memiliki anak perusahaan.  Sejak 2014 sampai sekarang saham dari Mandiri Inhealth dimiliki oleh Bank Mandiri sebesar 80 persen, selebihnya dimiliki oleh Kimia Farma dan Asuransi Jasa Indonesia masing-masingnya sebesar 10 prersen.

Adapun manfaat bagi perusahaan yang ditawarkan. Pertama,  perusahaan dapat fokus pada core businessnya. Kedua, perkiraan biaya klaim yang tidak fluktuatif sehingga dapat diantisipasi dalam proses budgeting. Ketiga, biaya kesehatan yang lebih efisien untuk mendukung produktivitas.

Di era program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), PT. Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) menawarkan mekanisme Coordination Of Benefit (COB) dalam skim JKN oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Artinya perusahaan menjanjikan tambahan manfaat yang sudah ada di BPJS lewat fasilitas kecepatan dan kenyamanan yang lebih profesional dari sebelumnya.

Kepala Pemasaran Mandiri Inhealth Wilayah Jawa Timur, AA. Putu Mawar saat sosialisasi di Pabrik Gresik menyebutkan, fasilitas managed atau COB menyasar target pasar institusi atau perusahaan yang mempunyai kemampuan lebih untuk alokasi anggaran kesehatan karyawannya. Sebagai contoh, perusahaan yang selama ini mengalokasikan anggaran kesehatan 10 persen, sementara kewajiban BPJS Kesehatan 6 persen dan sisanya 4 persen dikelola Asuransi Komersial.

Menurutnya, produk kesehatan Mandiri Inhealth ada 4 jenis, yakni kategori Silver, Gold, Platinum, dan Diamond. Khusus untuk Produk Gold yang ditawarkan di tahun 2017 memiliki  empat poin yang bisa diakses tanpa rujukan seperti anak, THT, kandungan, dan mata. Sedangkan dari segi manfaat terdapat manfaat utama dan manfaat pilihan. Rawat gigi, kehamilan, rawat inap dan layanan obat sebagai manfaat utamanya. Sementara manfaat pilihan yang bisa diketahui yaitu persalinan, gigi, dan protese anggota gerak.

Disamping manfaat-manfaat yang tersebutkan, terdapat fasilitas yang dikelola manajemen sendiri seperti kacamata, medical check up, dan vaksin untuk karyawan dan pasangan. Jadi benefitnya sudah sangat lengkap dan tidak akan dikurangi.

Semua jaminan kesehatan beserta fasilitas yang didapat akan tertuang dalam perjanjian antara Semen Indonesia dengan perusahaan asuransi penjamin kesehatan yang telah dipercayakan dan dengan mempertimbangkan seluruh aspek-aspek kondisional perusahaan serta pertimbangan yang termaktum dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB), yang disepakati antara perusahaan dengan serikat karyawannya.(roi/eds)