Kawasan Industri Tuban Kantongi Fasilitas Kemudahan Investasi Langsung Kontruksi

Bahasa Indonesia tidak ditemukan For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Gapura – Pemerintah kembali melakukan terobosan untuk memudahkan para investor yang ingin berinvestasi di Indonesia. Kali ini pemerintah memberikan kemudahan untuk mengurus izin usaha maupun investasi melalui program Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) yang dicanangkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Kawasan Industri Tuban (KIT) merupakan pengembangan dari Kawasan Industri Gresik yang dikelola oleh PT Kawasan Industri Gresik juga telah terdaftar sebagai salah satu kawasan industri yang memperoleh program KLIK tahap II sesuai SK Kepala BKPM Nomor 17 tahun 2017.
Peluncuran program KLIK tahap II ini dilaksanakan pada Rabu, 22 Februari 2017 di Bali Nusa Dua Convention  Center, Nusa Dua, Bali. Pada kesempatan itu, BKPM juga menandatangani  nota kesepahaman dengan Bupati Tuban beserta  17 kepala daerah dan instansi penegak hukum yang masuk dalam program ini. Sebagai syarat untuk memperoleh fasilitas KLIK tersebut,  KIT harus mendapat rekomendasi dari Bupati Tuban dan Gubernur JawaTimur. KIT  juga telah mempunyai  Izin Prinsip, Izin Usaha Kawasan Industri  (IUKI), AMDAL  dan Tata Tertib Kawasan Industri.
 

Dirut KIG Hera Milarti (lima dari kiri) foto bersama Kepala BKPM Thomas Lembong usai penyerahan fasilitas KLIK untuk Kawasan Industri Tuban

Pada Februari  2016 telah diluncurkan 14 kawasan industri pada program KLIK tahap I dengan lahan seluas 10.002 hektare.  Dengan perluasan 18 kawasan industri dalam program KLIK tahap II, salah satunya Kawasan Industri Tuban dengan luas total 233 hektare, total menjadi 32 kawasan industri yang telah memperoleh fasilitas  KLIK dari total 73 kawasan industri di Indonesia.  32 kawasan industri tersebut tersebar dalam 10 provinsi atau 16 kabupaten/kota dengan total cakupan lahan menjadi 13.516 hektare.  Di JawaTimur,  tiga Kawasan Industri telah mendapat fasilitas KLIK dari total 12 Kawasan Industri.

Dengan didapatnya fasilitas KLIK ini, investor di KIT dapat langsung memulai proyek konstruksi sebelum memperoleh izin konstruksi.  Secara paralel, investor mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), izin lingkungan dan izin terkaitlainnya, yang harus diselesaikan sebelum perusahaan berproduksi secara komersial. Fasilitas KLIK dapat dinikmati oleh semua investor karena tidak mensyaratkan batasan minimal nilai investasi atau jumlah tenaga kerja,  sepanjang berlokasi di Kawasan Industri yang telah mendapat fasilitas KLIK.
Selain untuk kemudahan berinvestasi,  KLIK memiliki dua tujuan strategis bagi  Indonesia, yaitu sebagai sarana pendukung untuk mencapai target realisasi investasi secaranasional  yang telah ditetapkan, dan sebagai perwujudan koordinasi  pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam hal regulasi investasi.  Perbaikan-perbaikan regulasi maupun perizinan teknis yang dilakukan pemerintah lewat BKPM juga tidak hanya ditujukan bagi investor baru, tetapi juga berlaku kepada  investor lama. Dengan didapatnya fasilitas KLIK di KIT ini, diharapkan minat investor untuk berinvestasi di KIT semakin meningkat. (novi)