(English) Efisienkan Distribusi, SMI Gandeng PT KAI

Bahasa Indonesia tidak ditemukan For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Menteri BUMN Rini Soemarno menjadi saksi penandatanganan MoU antara Semen Indonesia dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) tentang pengangkutan logistik dan material lainnya yang berlangsung di Indramayu, Jabar, Jumat (10/3). Momen penting itu memang disatukan dengan kegiatan
’Sinergi BUMN dengan Kabupaten Indramayu’ yang dihadiri 12 direktur utama BUMN.
Dokumen MoU diteken Direktur Pemasaran dan Supply Chain SMI
Aunur Rosyidi serta Diru KAI Edi Sukmoro. Aunur Rosyidi yang ditemui usai acara menjelaskan, perseroan perlu menggandeng KAI untuk memperlancar pengiriman semen dan barang logistik lainnya. Sebab, angkutan darat dengan truk belakangan ini semakon crowded.
Di sisi lain, penggunaan moda kereta api bisa menghemat biaya distribusi sampai 30 persen. “Dengan begitu harga kita di pasar bisa lebih bersaing,” terangnya. Kerja sama SMI dengan KAI sebenarnya sudah berlangsung lama, yakni di wilayah Pulau Jawa dan Sumatera.
“Untuk wilayah Jawa barangkali nanti bisa sampai ke Indramayu. Kalau di Sumatera pengiriman dari Pabrik Indarung VI menuju pelabuhan Teluk Bayur,” sambung Aunur seraya menambahkan, volume distribusi semen yang dikerjasamakan dengan KAI mencapai 5 ribu ton untuk Jawa. Sedangkan di Sumatera hampir 7.800 ton dalam sehari.
Aunur menegaskan, kerja sama dengan KAI ini juga dalam rangka menyambut beroperasinya Pabrik Rembang dan Pabrik Indarung VI yang masing-masing berkapasitas 3 juta ton per tahun. “Jadi truk tidak diganti, tapi ditambah dengan kereta api seiring meningkatnya kapasitas produksi kita nanti,” ujar dia.
Sementara itu, dalam kesempatan sama Menteri BUMN Rini Soemarno meluncurkan program Rice Center dan Digitalisasi Pangan yang diharapkan bisa mendongkrak produksi padi dari Indramayu. Rice Center adalah salah satu sistem pertanian terintegrasi yang menyatukan berbagai fungsi untuk memberikan kepastian ketersediaan saprodi (sarana produksi pertanian), kawalan teknologi, serta pembelian gabah dengan harga tinggi.
Rice Center akan dijalankan melalui sinergi BUMN dengan sejumlah perusahaan daerah di Indramayu. Sedangkan program Digitalisasi Pangan memungkinkan petani dan BUMN terkait untuk mengakses data tunggal lengkap, mulai masa pratanam hingga pascapanen.
“Program ‘Sinergi BUMN dengan Kabupaten Indramayu’ sudah dimulai sejak tahun lalu, dan alhamdulillah kami semua bisa bersinergi dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan petani di sini,” tutur Rini Soemarno di hadapan para dirut BUMN serta perwakilan warga Indramayu yang menerima bantuan CSR. (lin/znl)