Dirgahayu SKSI, Perkuat Daya Saing Dengan Sinergi

Bahasa Indonesia tidak ditemukan For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Serikat Karyawan Semen Indonesia (SKSI) genap berusia 18 tahun pada 26 Februari lalu. Peringatan HUT serikat yang terlahir dengan nama Serikat Pekerja Semen Gresik (SPSG) pada 26 Februari 1999 ini ditandai dengan tasyakuran di depan sekretariat SKSI Gedung Dormitory Pabrik Tuban, Selasa (28/2).

Hadir dalam tasyakuran ini Direktur SDM dan Hukum Semen Indonesia (SMI) Ahyanizzaman, Direktur Produksi Semen Gresik Prasetyo Utomo, Ketua Umum SKSI Adityo Sugeng serta sejumlah pejabat eselon 1, perwakilan Federasi Serikat Pekerja Anak Usaha dan sejumlah anggota SKSI.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur SDM dan Hukum Semen Indonesia Ahyanizzaman memaparkan kondisi industri persemenan domestik saat ini. Menurutnya, saat ini situasi industri semen dalam negeri telah jauh berbeda dengan tingkat persaingan yang semakin ketat. Karena itu, mantan Direktur Keuangan SMI ini berharap peran serta SKSI dalam memperkuat daya saing perusahaan.  Sinergi yang kuat antara manajemen dengan karyawan akan membuat perusahaan semakin kompetitif. “Dalam kondisi saat ini manajemen dan karyawan harus bersinergi agar tercipta operational excellence untuk mendukung daya saing perusahaan,” jelasnya.

Ketua Umum SKSI Adityo Sugeng menyerahkan potongan tumpeng HUT ke 18 SKSI pada Direktur SDM dan Hukum Semen Indonesia Ahyanizzaman.

Peringatan HUT ke  18 SKSI tahun ini mengangkat tema kebersamaan bertajuk,”Dengan semangat kebersamaan mari kita sukseskan Mubes ke VII”. Tema ini sengaja diangkat seiring dengan rencana SKSI menggelar musyawarah besar (Mubes) pada bulan Mei mendatang. Penyelenggaraan Mubes ke VII ini awalnya akan digelar pada bulan April, namun harus diundur untuk menyesuaikan dengan jadwal overhaul. “Ini adalah bagian dari komitmen SKSI dalam semboyannya mitra-profesional-sejahtera. Dalam penyelenggaraan kegiatan serikat, kita tetap professional untuk mendahulukan tanggungjawab pekerjaan,” sebutnya.

Periodesasi kepengurusan SKSI sendiri berlangsung setiap 3 tahun sekali. Tahun ini Mubes akan digelar di Kota Batu dan direncanakan berlangsung selama 3 hari. Sebelumnya, SKSI akan menggelar Pra Mubes untuk membahas tata tertib dan draft Mubes. Pelaksanaan Mubes VII ini akan mendemisioner kepengurusan SKSI periode 2014-2017 dan memilih pengurus baru.

Sementara menyikapi kondisi persaingan yang semakin ketat, SKSI berharap dapat bersinergi dengan manajemen dalam memperkuat daya saing perusahaan. Bentuk sinergi ini telah diwujudkan SKSI bersama manajemen dalam sejumlah kegiatan. Salah satunya adalah sharing tentang product knowledge yang telah berlangsung beberapa waktu lalu. “Dengan pemahaman produk yang cukup, kami (SKSI) berharap karyawan dapat turut memasarkan produk Semen Gresik secara personal. Ini akan sangat membantu penjualan produk kita,” ungkapnya.

Sebagai mitra perusahaan, serikat yang memiliki visi ‘Mewujudkan Organisasi Yang Excellent Sebagai Penggerak Perkembangan Perusahaan Yang Bermanfaat Bagi Karyawan Dan Keluarganya’ ini juga berharap dapat menjembatani karyawan dalam memberikan saran dan masukan bersifat membangun bagi manajemen.

Saat ini, anggota SKSI tercatat dikisaran 1600 karyawan. Keberadaan serikat menurut Adit merupakan amant undang-undang untuk menjembatani komunikasi antara karyawan dengan manajemen. Ribuan anggota yang telah terdaftar ini diharapkan dapat berperan aktif untuk menjalankan organisasi melalui unit-unit kepengurusan yang telah dibentuk. Untuk itu, pengurus menurut Adit telah memanfaatkan kemajuan teknologi sehingga diskusi antar anggota tetap dapat berjalan tanpa harus bertatap muka secara langsung. (bwo/lin)