Bang Yos: Hadapi Kompetitor dengan Inovasi

Komisaris Utama Semen Indonesia Sutiyoso mengingatkan, seluruh unsur perusahaan harus bersatu padu menghadapi kompetisi industri semen yang semakin berat. Serbuan sejumlah pesaing anyar tidak bisa lagi dilawan dengan cara-cara biasa. Buktinya, sejak akhir 2016 keuntungan perusahaan terus merosot.

“Kita perlu tekad kuat untuk menangkan pertempuran. Seorang dirut tidak bisa bikin apa-apa, karena dia juga tergantung pada pegawainya. Di medan perang sama saja, jenderal tidak mungkin memenangkan pertempuran sendiri,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara buka bersama dewan komisaris, direksi dan karyawan SMI Group di Auditorium Pabrik Tuban, Jumat (25/5).

Artinya, tambah mantan gubernur DKI Jakarta dua periode ini, setiap karyawan harus mengambil porsi masing-masing untuk menggapai target bersama yang telah dicanangkan. “Itu perlunya kerja sama yang baik satu sama lain. Apalagi SMI ini adalah perusahaan BUMN, yang dimonitor terus oleh pemerintah,” sebut sosok yang biasa dipanggil Bang Yos ini.

Dari hari ke hari jumlah pesaing SMI semakin banyak. Mereka berlomba mendirikan pabik semen di Indonesia, sehingga pasar dalam negeri semakin sesak. “Over produksinya sampai 40 persen, itu kan luar biasa,” ujar dia. Berkaca dari kondisi tersebut, Bang Yos meminta segenap karyawan SMI Group terus melahirkan inovasi atau terobosan baru. Tanpa inovasi SMI bakal tersingkir dari persaingan.

Inovasi atau terobosan bisa dimulai dari yang ringan-ringan. Misalnya, sebut mantan kepala BIN (Badan Intelijen Negara) ini, membuat kantong Semen Gresik lebih menarik sehingga memikat konsumen. “Kita kasih gambar Sophia Latjuba, biar orang makin tertarik. Itu contoh kecil saja, tentu saja dengan tetap menjaga kualitas,” tukasnya setengah berseloroh.

Pada kesempatan itu Bang Yos juga berharap manajemen dan para karyawan SMI tidak neko-neko. Sebab, sebagai perusahaan BUMN, SMI selalu dimonitor pemerintah. Dia mengingatkan sejumlah kasus korupsi yang menjerat beberapa petinggi BUMN. “Jangan sampai itu menimpa karyawan SMI, karena bisa menyeret nama baik perusahaan. Kita mencuri nggak seberapa, tapi akibat yang kita alami sangatlah besar. Termasuk masa depan keluarga dan anak-anak kita,” katanya lagi.

Selain Bang Yos, buka bersama di Pabrik Tuban juga dihadiri Dirut SMI Hendi Prio Santoso, Direktur Pemasaran dan Supply Chain Adi Munandir, Direktur SDM dan Hukum Agung Yunanto, Direktur Produksi Benny Wendry, Direktur Enjiniring dan Proyek Tri Abdisatrijo, Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha Fadjar Judisiawan, serta Direktur Keuangan Doddy Sulasmono Diniawan.

Sementara, di jajaran Semen Gresik tampak Dirut Mukhamad Saifudin, Direktur Keuangan Ginarko Isnubroto serta Direktur Produksi Joko Sulistyanto. Kegiatan pada hari kesembilan ramadhan ini juga diselingi penyerahan santunan secara simbolis kepada 1.500 anak yatim yang tinggal di sekitar Pabrik Tuban. (lin/znl/bwo)