AY Harap Karyawan SMI Grup Berbondong-bondong Ikuti Survey Employee Engagement

Direktur SDM dan Hukum Semen Indonesia (SMI) Agung Yunanto mengharapkan seluruh karyawan SMI Grup turut aktif mengikuti survey employee Engagement yang akan digelar. Demikian disampaikan saat membuka Workshops Employee Engagement Survey, melalui video conference, Senin (02/7).  Peserta workshop selama tiga hari menggodok daftar pertanyaan yang akan dituangkan dalam angket untuk survey secara online ini.

Berdasarkan pada survey serupa yang dilaksanakan di perusahaan yang dipimpin Pak AY sebelumnya, didapat partisipasi karyawan sebanyak 94 persen. “Saya berharap, karyawan di SMI Grup berbondong-bondong mengikuti survey dengan mengisi angket yag telah disiapkan tim IT, agar tingkat partisipasi mencapai di atas 90 persen,” kata Agung.

Dia mengusulkan agar tim survey menjalin komunikasi yang bagus dengan setiap departemen, termasuk dengan anak dan cucu perusahaan. Caranya, secara berkala, melaporkan jumlah partisipan di tiap-tiap departemen.”Karena survey digelar 15 hari, ada baiknya setiap tiga hari dilaksanakan komunikasi dengan para pimpinan, untuk menunjukkan data partisipan di tiap departemen. Umumnya, cara ini sangat ampuh untuk mencapai tingkat partisipasi yang tinggi,” tambah  Agung.

Agung membeber, dari surveysurvey SMI sebelumnya, ditemukan  say dan stay, yaitu karyawan sangat bahagia dan loyal kepada SMI. Dengan pendekatan pola yang digunakan AON Hewitt Engagement Model, diharapkan juga muncul  Strive. Yaitu seberapa besar karyawan SMI Grup memfokuskan seluruh energinya dalam rangka mencapai sasaran-sasaran perusahaan. “Ini elemen penting yang harus masuk dalam pertanyaan angket,” tegas Agung.

Dia menegasskan, SMI dilarang menjiplak  milik AON. Tetapi, dengan workshop tiga hari diharapkan ditemukan pertanyaan yang bisa menggambarkan  tingkat leadership, tingkat performance, “Bagaimana teman-teman melihat pekejaan di SMI, bagaimana teman-teman melihat communication practice di SMI, bagaimana SMI mengelola talent. Nanti hasilnya akan diketahui, kita sebenarnya punya problem di mana?”

Survey harus bisa menemukan apa yang menjadi key-succes SMI yang perlu digali lebih dalam. Hasil survey harus bisa ditelusur, bagaimana performance engegement berdasarkan anak usaha,   departemen, eselon, lamanya kerja, usia termasuk Gen Y, gender. “Nantinya  bisnis outcomenya akan berpengaruh kepada finansial, customer dan talent. “

Agung berharap survey dilaksanakan tim yang independen. Pasalnya, jika dilaksanakan bagian SDM, bisa jadi ada pandangan miring, meski survey telah dilaksanakan dengan jujur.

“Saya berharap, hasil survey bisa merumuskan strategi insiatif terbaik. Diharapkan ke depan SMI mempunyai fondasi yang sangat kuat dalam menghadapi persaingan yang sudah pada tingkat high level ini,” kata Agung. (ros)