Aspirasi Warga Seputar Pabrik Dukung Presiden Resmikan Pabrik Rembang

Presiden Joko Widodo diharapkan bisa segera meresmikan operasional Pabrik Semen Indonesia di Rembang. Dukungan tulus ini dilontarkan warga sekitar Pabrik Rembang. Langkah ini, dinilai akan menjadi klimaks dari polemik yang mengiringi perjalanan pembangunan pabrik milik perusahaan BUMN ini. “Hentikan polemik dan segerakan peresmian operasional pabrik (Rembang) sehingga warga makin bisa merasakan dampak positif dari keberadaan industri ini,” terang Akhmad Akhid, salah satu sesepuh warga sekitar Pabrik Rembang pada acara silaturahmi antara pegawai pabrik semen dengan perkumpulan warga pendukung Semen Rembang, Senin (2/10/2017). “Pemerintah, khususnya Pak Presiden tidak perlu ragu. Ini kebijakan positif. Menguntungkan rakyat. Pasti semua mendukung,” tandasnya, lebih lanjut. Akhid mengungkapkan, dengan diresmikannya Semen Rembang membuat polemik industri BUMN tersebut dapat segera berakhir dan warga dapat merasakan manfaat baiknya. “Sebenarnya warga seputar pabrik semen optimis dengan potensi kemajuan Rembang sebab kehadiran industri Semen Rembang,” tambah Eko Indriyanto, warga Desa Timbrangan yang juga hadir dalam silaturahmi ini. Eko menyebutkan, akibat ulah beberapa organisasi massa dari luar Rembang yang diperkirakan memiliki ambisi tertentu, berakibat lambatnya keinginan warga sekitar pabrik semen untuk hidup lebih sejahtera.”Yang menolak Semen Rembang hanya beberapa orang saja. Itu karena ulah provokasi segelintir elit LSM dari luar Rembang yang diduga punya kepentingan tidak pro kesejahteraan warga di sini,” tutur Eko. Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Hary Sampurno mengatakan bahwa Semen Rembang tetap akan beroperasi dan berproduksi secara normal. Fajar menjelaskan, Semen Rembang telah memiliki izin lingkungan SK Gubernur Jawa Tengah Nomor 60.1/6 Tahun 2017. Izin lingkungan itu merupakan kepatuhan terhadap putusan PK MA Nomor 99 PK/ TUN/2016 yang memerintahkan dicabutnya SK Gubernur Jawa Tengah tahun 2012 kemudian memperbaiki amdal. “Dua hal itu telah dilakukan dan terakomodasi di izin lingkungan SK Gubernur Jawa Tengah tahun 2017,” ucap Fajar. Hingga kini diketahui Semen Rembang masih belum melakukan kegiatan operasi dan produksi sebab menunggu hasil kajian tahap kedua tim KLHS Kendeng. Tim KLHS Kendeng kembali melakukan penelitian guna memvalidasi kelayakan lahan penambangan bahan baku semen di Watuputih. Tak Langgar Hukum Semen Indonesia memastikan operasional Pabrik Rembang tidak melanggar aturan. Penegasan ini disampaikan seiring dengan munculnya putusan penolakan Peninjauan Kembali oleh Mahkamah Agung atas keberadaan Pabrik Rembang. Putusan peninjauan kembali kedua itu menyatakan putusan N.0 (Niet Ontvankelijke Verklaard), yang artinya gugatan tidak diterima. Sehingga putusan PK kedua itu tidak ‘mengadili ulang’ perkara Nomor 99 PK/TUN/2016, di mana setelah keluarnya putusan Nomor 99 itu, Gubernur Jawa Tengah telah mengeluarkan izin baru terhadap pabrik semen Rembang. “Keputusan tersebut tidak terkait dan tidak berdampak hukum terhadap operasional pabrik semen Rembang,” ujar Agung Wiharto, Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia pada media, Kamis (28/9). Pasalnya, Pabrik Rembang masih bisa beroperasi secara sah berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 660.1/6 tahun 2017. Surat keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari pemenuhan pertimbangan hakim dalam putusan PKNo.99PK/TUN/2016 melalui mekanisme Addendum AMDAL dan telah dinyatakan layak pada sidang Komisi Penilai AMDAL tanggal 2Februari2017. Izin Lingkungan pabrik semen Rembang No.660.1/6 tahun 2017 tersebut kembali digugat WALHI pada tanggal 23 Mei 2017. Namun melalui Penetapan PTUN tanggal 16 Juni 2017 dan Putusan Perlawanan tanggal16 Agustus 2017, gugatan tersebut ditolak PTUN Semarang dan dimenangkan oleh Gubernur Jawa Tengah. Dengan demikian, keputusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap(inkracht), sehingga Izin Lingkungan No.660.1/6 tahun 2017 tetap berlaku dan sah sebagai dasar beroperasinya pabrik semen Rembang. “Jadi, pabrik semen Rembang tetap berjalan,” tandas Agung. (*/fir)