(English) SMI-AI Hasilkan Benefit Rp 880 Miliar

Bahasa Indonesia tidak ditemukan For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Perhelatan Semen Indonesia Award on Innovation Award (SMI-AI) dari tahun ke tahun terus menunjukkan kemajuan signifikan. Sejak kali pertama dihelat pada 2010, jumlah potensi benefit yang dihasilkan terus melambung. Demikian pula partisipasi peserta maupun jumlah inovasi yang dihasilkan dari masing-masing opco.

Untuk SMI-AI tahun 2015-2016, nilai potensi benefit yang dihasilkan mencapai Rp 880 miliar, atau meningkat dibanding tahun sebelumnya (2014) senilai Rp 777 miliar. “Kalau tahun sebelumnya  sebesar Rp 777 miliar, tahun ini mendekati Rp 900 miliar,” kata Dirut Semen Indonesia Rizkan Chandra saat memberikan sambutan dalam SMI-AI di Wisma A Yani, Gresik, Senin (9/1).

Inovasi, menurut Rizkan, sudah menjadi budaya karyawan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Perusahaan terus mendorong lahirnya ide-ide kreatif, karena itu penting untuk beradaptasi dengan situasi industri semen yang terus berubah.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dan Direktur Utama Semen Indonesia Rizkan Chandra mengunjungi salah satu booth inovasi.

 

Gerakan inovasi perusahaan diterapkan sejak 1980 dengan lingkup pengelolaan sebatas incremental innovation saja. Tahun 2009-2016  telah dilakukan restrukturisasi dan perluasan lingkup inovasi sebagai bentuk pengembangan tata kelola inovasi dalam kerangka Manajemen Inovasi Semen Indonesia yang meliputi pengembangan struktur inovasi.

“Struktur inovasi ada tiga level, yaitu Daily Routine (Basic Innovation) mencakup implementasi program 5R dan Total Productive Maintenance (TPM),” beber Rizkan. Selanjutnya Incremental Innovation mencakup kategori Proyek Kendali Mutu (PKM), Gugus Kendali Mutu (GKM), Sistem Saran (SS), dan Program 5R.

Selanjutnya Breakthrough Innovation mencakup kategori Produk & Bahan Baku (PBB), Teknologi & Proses Produksi Tambang-Raw Mill (TPP T-RM), Teknologi & Proses Produksi Kiln-Finish Mill (TPP K-FM), Manajemen dan kategori Anak Perusahaan & Afiliasi (APA).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyempatkan berfoto bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Direktur Utama Semen Indonesia Rizkan Chandra dan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto.

 

Ada pula engembangan Aplikasi Innovation Management System (IMS) yang merupakan data based innovation (Innovation Repositroy) untuk mengelola, mendokumentasikan dan media knowledge sharing atas best practice innovation di lingkungan SMIG.

“Salah satu yang diciptakan adalah penggunaan debu (dust return) sebagai material baru untuk pengembangan produk semen PPC. Inovasi ini terbukti mampu memberi keuntungan pada perusahaan sekitar Rp 500 miliar,” ungkapnya tentang inovasi yang diciptakan Tim Progressive tersebut.

Selain itu juga dikembangkan beberapa inovasi lain, salah satunya berupa beton porous concrete yang merupakan produk hilir. Beton ramah lingkungan ini mempunyai potensi benefit 2,3 miliar per tahun.
Harus Dipertahankan

Menteri Perindustian Airlangga Hartarto yang didaulat membuka pergelaran SMI-AI 2015-206 menegaskan, event ini wajib dipertahankan karena terbukti mampu meningkatkan keunggulan perusahaan. Kata dia, keunggulan kompetitif sangat diperlukan untuk menghadapi persaingan industri semen yang semakin ketat.

“Kelebihan kapasitas domestik sejak 2015 telah mencapai 25 persen, dan diperkirakan meningkat jadi 30 persen pada tahun 2018,” kata Airlangga.

Toh begitu, sambungnya, industri semen masih mempunyai prospek cerah mengingat konsumsi semen per kapita nasional yang masih kecil, yaitu 243 kg/kapita. Bandingkan dengan konsumsi semen di Malaysia yang mencapai 751 kg/kapita, Thailand 443 kg/kapita, serta Vietnam 661 kg/kapita. “Nilai investsi industri semen tahun 2016 yang mencapai Rp 15 triliun menunjukkan industri ini masih menarik, baik bagi investor dalam negeri maupun luar negeri,” sambungnya.

Berkaitan dengan daya saing industri, sebut Airlangga, saat ini para pelaku industri di dunia tengah bertransformasi untuk menyambut Revolusi Industri ke-4 atau dikenal dengan istilah Industri 4.0. “Tahap ini menekankan pada platform internet of things untuk mencari langkah-langkah efisiensi dan optimalisasi produksi agar mencapai output yang maksimal,” ujarnya.

GM of Engineering Knowledge & Innovation SMI Ahmad Aris pada kesempatan sama menjelaskan, SMI-AI merupakan event rutin yang digelar sejak 2010. Sebagai bukti keberhasilannya, hasil-hasil inonvasi karyawan  sudah diterapkan di perusahaan dan mendapat apresiasi di tingkat nasioal maupun internasional.

Antara lain di Konvensi Mutu Nasional mendapat 11 gold dan 1 platinum (Semen Tonasa), 5 silver, 6 gold dan 2 platinum (Semen Padang), 5 gold dan 1 diamond (Semen Gresik). Pada konvensi tingkat internasional, Semen Tonasa menyabet 2 gold di Thailand, Semen Padang meraih 2 gold di Thailand serta 1 three star dan 1 platinum dari Singapura. Sedangkan Semen Gresik membawa pulang 2 gold di Thailand, 1 1 three star di Singapura, plus 1 three star di New Zealand.

“Proses penilaian dilakukan oleh tim juri inovasi lewat dua tahapan seleksi, yakni di tingkat opco dan holding,” sambung Aris.

Dari tahun ke tahun jumlah partisipasi peserta terus meningkat. Tahun ini Semen Padang mengirimkan 187 inovasi, Semen Tonasa 124 inovasi, Semen Gresik 93 inovasi, dan TLCC yang datang membawa 18 inovasi. Total ada 422 proposal inovasi yang diajukan, dengan jumlah partisipasi karyawan mencapai 1.340 orang.

Sejumlah inovasi ICT (Information and Communication Technologies) turut diluncurkan pada SMI-AI tahun ini, yakni Paradigma – Mobile Dash Board, E – Office, E – Learning, IT Corner, Bussiness Planing & Controlling, Mobile employee self service dan E Commerce Mitra Binaan.
Tumpengan di Lobi 
Pergelaran SMI-AI 2016 merupakan rangkaian peringatan HUT ke-4 holding Semen Indonesia yang terbentuk pada 7 Januari 2014 lalu. Acara seharian kemarin berlangsung meriah dan penuh rasa syukur. Segenap direksi SMI dan seluruh opco hadir, mulai Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa serta TLCC Vietnam. Tampak pula beberapa komisaris SMI maupun ocpo, juga Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso.
Rangkaian acara dimulai dengan upacara bendera di halaman depan kantor lama Pabrik Gresik pukul 07.30 WIB, diikuti seluruh karyawan SMI Group.
Pada kesempatan itu perusahaan me-launching AKSI (Akademi Komunitas Semen Indonesia) Aceh, AKSI Rembang, dan Sistem Informasi Sekolah (SIS).
Rampung upacara, acara disambung dengan tumpengan di lobi kantor pusat SMI.Tasyakuran ini diikuti ratusan karyawan yang duduk lesehan, di mana masing-masing kelompok mengitari sebuah tumpeng. Dirut Rizkan Chandra menyerahkan potongan tumpeng pertama kepada Dirut Semen Tonasa Andi Unggul Attas, berikutnya kepada Dirut Semen Indonesia Kupang Ari Wardana, Dirut Semen Gresik Sunardi Prionomurti, Dirut Semen Padang Benny Wendry, perwakilan Semen Indonesia Aceh, perwakilan media massa, perwakilan TLCC, Victor, juga Ketua ASI Widodo Santoso. (lin/znl/ram/bwo)